Langkah demi langkah untuk setiap metode populer di Indonesia — plus cara menghindari kesalahan yang paling sering terjadi.
Tiga aturan emas sebelum menyentuh menu deposit: gunakan hanya rekening atau dompet atas nama Anda sendiri, selalu periksa nomor tujuan terbaru di halaman resmi (nomor tujuan dapat berganti), dan simpan bukti setiap transaksi sampai dana terkonfirmasi. Sebagian besar kendala transaksi berakar pada tiga hal ini.
Metode paling umum di Indonesia. Alurnya: buka menu deposit, pilih bank Anda (BCA, Mandiri, BNI, BRI, atau CIMB Niaga), catat nomor rekening tujuan yang tampil saat itu juga , lalu transfer sesuai nominal yang diminta — termasuk kode unik di digit terakhir bila ada. Transfer dari m-banking biasanya terkonfirmasi dalam hitungan menit pada jam operasional. Transfer antar bank berbeda atau di luar jam layanan dapat memakan waktu lebih lama.
Praktis karena cukup dari ponsel. Pilih e-wallet di menu deposit, masukkan nominal, lalu Anda akan diarahkan ke aplikasi atau diberi nomor tujuan. Pastikan nama akun e-wallet Anda terverifikasi dan sesuai dengan nama yang terdaftar — ketidakcocokan nama adalah penyebab utama deposit e-wallet tertahan. Umumnya konfirmasi lebih cepat daripada transfer bank.
QRIS menyatukan banyak aplikasi pembayaran dalam satu kode QR. Pilih QRIS di menu deposit, sistem menampilkan kode dengan nominal terkunci, lalu pindai dari aplikasi apa pun (m-banking atau e-wallet). Karena nominal terkunci di dalam kode, kesalahan jumlah hampir mustahil — inilah keunggulan terbesarnya. Kode QRIS umumnya kedaluwarsa dalam beberapa menit, jadi segera pindai setelah kode muncul.
Alternatif bagi yang tidak memiliki rekening. Anda mentransfer pulsa (Telkomsel, XL/Axis, atau Tri) ke nomor tujuan, dan saldo dikreditkan setelah dipotong rate — misalnya rate 0,85 berarti pulsa Rp100.000 menjadi saldo Rp85.000. Selalu periksa rate yang berlaku sebelum memilih metode ini agar tidak kaget.
Penarikan hampir selalu dikirim ke rekening atau dompet yang sama dengan sumber deposit — ini aturan anti-pencucian uang yang standar. Sebelum menarik, pastikan: syarat turnover bonus (bila ada) sudah terpenuhi, data rekening tujuan sudah benar, dan nominal berada dalam batas minimal-maksimal penarikan. Penarikan pertama umumnya lebih lama karena verifikasi; penarikan berikutnya biasanya lebih cepat.
| Metode | Deposit (umumnya) | Withdraw (umumnya) | Catatan |
|---|---|---|---|
| Transfer bank | 1–15 menit | 15 menit–1 jam | Lebih lama di luar jam operasional bank |
| E-Wallet | 1–5 menit | 5–30 menit | Nama akun harus cocok |
| QRIS | 1–5 menit | Tidak tersedia untuk withdraw | Kode kedaluwarsa cepat |
| Pulsa | 5–30 menit | Tidak tersedia untuk withdraw | Ada potongan rate |
Estimasi di atas bersifat umum dan dapat berbeda di setiap platform serta kondisi jaringan perbankan.
Kesalahan paling sering: transfer ke nomor tujuan lama yang sudah tidak dipakai, nominal tidak sesuai instruksi (termasuk mengabaikan kode unik), nama pengirim berbeda dengan nama terdaftar, dan mengirim bukti palsu — yang terakhir ini berisiko pemblokiran akun permanen. Bila dana belum masuk setelah batas waktu wajar, jangan panik dan jangan mengirim ulang; ikuti alur di artikel masalah umum dan solusi .
Bervariasi per platform, umumnya mulai Rp25.000–Rp50.000 untuk bank dan e-wallet. Selalu periksa halaman deposit resmi.
Karena platform melakukan verifikasi identitas dan kecocokan data rekening. Ini prosedur keamanan standar, bukan penundaan disengaja.
Hampir pasti tidak. Penarikan ke nama berbeda melanggar aturan anti-pencucian uang dan akan ditolak.
Tiga digit terakhir yang ditambahkan pada nominal (misal Rp100.123) agar sistem otomatis mengenali transaksi Anda. Jangan dibulatkan.